04 May 2016 Published in Ragam Kegiatan Written by  Muhammad Abdul Karim

Reborn SENADA STT-NF

Rate this item
(0 votes)

Setelah dilantik sekitar tiga bulan yang lalu, akhirnya LDK (Lembaga Dakwah Kampus) SENADA STT-NF mengadakan kegiatan Grand Lounching pengurus baru. Acara keren itu dinamakan Reborn dengan tujuan memperkenalkan SENADA STT-NF kepada seluruh elemen kampus. SENADA STT-NF telah hadir untuk menghiasi syiar islam di kampus teknopreneur.

Kegiatan dilakukan pada hari Rabu (27/4) di Auditorium Kampus B STT-NF dengan tema "Berkarya Berinspirasi dalam Dekapan Dakwah Penuh Cinta Ukhuwah". Hadir seluruh pengurus SENADA STT-NF, perwakilan BEM STT-NF, perwakilan DPM, dan mahasiswa STT-NF. Selain itu datang pula perwakilan dari beberapa LDK yang berlokasi di Depok dan Jakarta.

Reborn dimulai pukul 16.00 dengan pembacaan Al Qur'an oleh Aufa Billah (TI2015) dan langsung dilanjutkan dengan sambutan sekaligus perkenalan SENADA STT-NF oleh Ketua SENADA STT-NF, Muhammad Natsir (TI2013). Dalam sambutannya, Natsir berpesan: "Kepada seluruh pengurus SENADA STT-NF agar lebih kompak lagi dalam menyiarkan kampus STT-NF."

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi dari Hardy Agusman (Corps Dai Dompet Dhuafa, Divisi Layanan Dakwah Internasional). Hardy menegaskan, "Perbedaan dalam sebuah organisasi menjadi hal yang lumrah. Tanpa adanyanya perbedaan, maka organisasi tidak akan berjalan dengan baik karena tidak ada inovasi baru yang didapatkan." Faktor terpenting adalah bagaimana cara mengelola perbedaan itu menjadi sesuatu hal yang bermanfaat untuk orang banyak.

Selain itu, Hardy mengatakan bahwa di dalam Al Qur'an, Allah telah memberitahu kita tentang cara mendapatkan kemenangan/kesuksesan. Pertama, yakni kembali kepada Allah (at Taubah), selanjutnya dengan merapatkan barisan (as Shaf), dan terakhir Allah akan menjanjikan Al Fath, yakni kemenangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan puisi dari Wahyu Caesar (SI2015). Ia membawakan puisi yang berjudul 'Apakah Sampai Padamu Berita tentang Mahanazi?' karya Helvy Tiana Rosa. Puisi ini menceritakan tentang kekesalan seseorang Muslim terhadap orang-orang yang mengacuhkan Palestina. Sebelum ditutup acara dilanjutkan dengan penampilan nasyid yang dibawakan oleh Agung Prayoga (TI2015) dan Wahyu. [Muhammad Abdul Karim]

Read 199 times